jokowi-resufle-kabinet

Reshuffle’ Will Occur If Positive Impact

This news has been viewed 3,160 time

Friday, 13 November 2015 | 9:54

Ilustrasi reshuffle kabinet. [Google]

Ilustrasi reshuffle kabinet. [Google]

[JAKARTA] Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan, meski ada desakan pada Presiden Jokowi untuk melakukan perombakan kabinet jilid 2,namun diyakini hal itu tidak akan dilakukannya jika tidak berdampak positif pada pencalonnya kedua kali sebagai presiden pada pemilu presiden 2019 upcoming.

“Semua pimpinan baik di daerah seperti bupati, wali kota, dan gubernur sampai tingkat pusat yaitu presiden ketika menang pemilu akan mengkapitalisasi kekuatannya untuk masuk dalam periode kedua. Jadi kalau reshuffle ini menguntungkan untuk tujuan itu pasti dilakukan Jokowi, jika tidak menguntungkan maka tidak akan ada reshuffle,” ujar Mahfudz, kepada wartawan, in Jakarta, Thursday (12/11).

Dalam isu reshuffle, thinks, yang paling berkepentingan adalah partai politik terutama partai pendukung pemerintahan yang berguna untuk memperluas aksesnya.

Jokowi itu saya yakin paham masalah ini. Dia pun sudah pernah melakukan reshuffle jilid satu dan punya pengalaman. Jadi dia hanya akan memberikan akses lebih untuk parpol dengan menambah jatah di kabinet kalau dia juga mendapatkan akses kapitalnya,” tegasnya.

Namun demikian Mahfudz mengingatkan Jokowi agar tidak disibukkan dengan urusan konsolidasi terus menerus.

He argues, pemerintah sudah kehabisan waktu dengan konsolidasi poltik. Sekarang jangan lagi menyibukkan diri dengn urusan konflik politik.

Urusan ekonomi yang paling riil, meski Jokowi menghadapi dilema karena bisa saja dia tegas menolak reshuffle tetapi di sisi lain ini seperti menyiram bensin ke api.Jadi ya rakyat siap-siap saja deh,” katanya. [W-12/L-8]

www.suarapembaruan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *