pilpres_2014_a

If Emirates, Poros Indonesia Raya Strong Will

This news has been viewed 3,481 time

Wednesday, 23 April 2014 | 21:37

Party illustration flow in Indonesia. [google]
Party illustration flow in Indonesia. [google]

[JAKARTA] Koalisi baru Poros Indonesia Raya yang digagas Amien Rais bisa terwujud dan diperkirakan menang dalam pemilihan presiden (pilpres) bila para pemimpinnya sehati memikirkan nasib bangsa dan tidak menonjolkan golongan atau kelompok masing-masing.

“Karena itu, tokoh-tokohnya masih perlu bertemu membicarakan siapa yang layak menjadi koordinator Poros Indonesia Raya ini,” kata pengamat politik dan ekonomi Holden Makmur kepada wartawan di Jakarta, Wednesday (23/4).

Poros Indonesia Raya ini, menurut Holden, hendaknya tidak saja dari partai-partai politik berbasis Islam. Tetapi akan jauh lebih baik jika partai beraliran nasionalis seperti Partai Demokrat, Partai Hanura dan PKPI ikut memperkuat barisan ini.

“Bayangkan jika sampai PAN, PKS, PBB, PKB ditambah Demokrat, Hanura dan PKPI bersatu di dalam Poros Indonesia Raya menghadapi pemilihan umum ini, peluang untuk menang sangat terbuka lebar-lebar,” kata doktor lulusan Philippine Christian University ini.

Apalagi tambah Holden, Partai Golkar ikut dibarisan Poros Indonesia Raya dan tampil sebagai pemimpinnya, sudah pasti kekuatannya akan semakin besar dan kemenangan ada dalam gemgaman kubu ini.

”Tetapi pencalonan Abu Rizal dievaluasi terlebih dulu,’’ katanya member syarat.

Ditanya siapa capres yang pantas diusung, Holden says, melihat sepak terjang partai-partai dalam koalisi besar ini, maka lebih baik memilih Jusuf Kalla(JK), Mahfud MD, atau Dahlan Iskan.

Ketiga tokoh ini, he said, merupakan pilihan yang tepat untuk dijadikan sebagai capres dari Poros Indonesia Raya.

Jusuf Kalla(JK) , Mahfud MD, dan Dahlan Iskan merupakan pilihan yang tepat untuk dijadikan sebagai capres dari Poros Indonesia Raya.

Sementara cawapresnya, bisa memilih pengusaha nasional Harry Tanoesoedibjo atau mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

Keduanya masih muda dan bersih termasuk pengalaman bisnis mereka sudah diakui oleh masyarakat internasional.

“Memang masih perlu pengkajian lebih mendalam untuk mencari siapa capres dan cawapresnya, tetapi capres dan cawapres ini sifatnya saling melengkapi, bila perlu mewakili Jawa dan non Jawa, sehingga unsur keterwakilannya terpenuhi,” kata Holden.

Yet, ia melihat sosok Jusuf Kalla lebih potensial dipilih sebagai capres dari Poros Indonesia Raya.

Selain ketokohannya, JK juga sudah berpengalaman di bidang politik dan pemerintahan, bahkan masyarakat internasional pun mengakui kepemimpinannya.

“Sangat disayangkan jika sekelas JK hanya didukung sebagai cawapres. JK itu kelasnya calon presiden,” kata Holden.

Menurut Holden, dalam sistem pemerintahan kita harus ada checks and balances antara legislatif dan eksekutif . Tidak ada lagi perdebatan kabinet nanti kabinet gemuk atau kabinet kerempeng. [L-8]

Source : www.suarapembaruan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *